Minggu, Januari 23, 2022

Siapa yang Mau Disalahkan, Banjir Bandang di Sukawening Garut Akibat Alih Fungsi Lahan

$rows[judul] Keterangan Gambar : Kondisi akibat banjir bnsang di Kec.Sukawening Kab.Garut

Garutpos.com-- Bencana banjir bandang di kecamatan Sukawening dan Karangtengah Kabupaten Garut, Jawa Barat bukan tanpa sebab, apalagi baru kali ini terjadi karena setiap musim hujan aman-aman saja. 

Tragisnya, sebanyak 9 desa di dua kecamatan tersebut harus menanggung akibatnya dengan jumlah keluarga sebanyak 312.

Sejumlah warga di lokasi terdampak mengaku terkejut dengan terjadinya banjir bandang itu. Pasalnya, menurut mereka selama ini belum pernah terjadi walaupun diguyur hujan lebat. Ada warga yang mengaku sudah 46 tahun tinggal di kampung Ciloa desa Sukamukti baru kali ini mengalami bencana banjir bandang. 

Keterkejutan warga pun terendus saat Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengunjungi lokasi banjir bandang, Minggu (28/11-2021). Uu menengarai penyebabnya adalah terjadinya alih fungsi lahan. 

Uu mengatakan, curah hujan yang terjadi saat ini memang ekstrem tetapi banjir bandang tak mungkin terjadi hanya karena curah hujan yang ekstrem. Artinya, ada faktor lain yang menyebabkan terjadinya banjir bandang. 

Ia meilai, salah satu faktor yang menyebabkan banjir bandang adalah alih fungsi lahan. "Kalau resapan air tak terganggu, kemungkinan tak akan ada banjir bandang. Berarti ada alih fungsi lahan," katanya. 

Uu mengaku ada warga yang mengeluh kepadanya. "Tadi ada warga yang bilang sama saya, sudah 46 tahun baru kali ini terjadi banjir bandang," ungkap Uu. 

Uu mengungkapkan alih fungsi lahan yang terjadi bukan berarti dilakukan secara ilegal. Namun, ada alih fungsi lahan yang legal. Sebab, ia menyebut, 70 persen hutan di Jabar mengalami fungsi untuk sumber ekonomi. 

"Makanya sekarang kita sedang berpikir, alih fungsi ini diteruskan atau dievaluasi. Kita akan rapat untuk menentukan langkah agar kejadian ini tak terulang," ujar dia. 

Apalagi, Uu mengatakan, saat ini banyak alih fungsi lahan untuk kawasan wisata. Menurut dia, di beberapa daerah terjadi banjir karena di hulunya dijadikan tempat wisata.

"Itu akan akan kami evaluasi," katanya.

Ini beberapa fasilitas yang hancur dan rusak akibat banjir bandang Sukawening dan Karangtengah:

1. Dua rumah hanyut 2 rumah rusak berat 2. 42 ha sawah hancur tidak bisa dipanen 

3. Pipa air sepanjang 7 km lenyap.

4. Satu jembatan putus.

(Ogi Andreansyah)


Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)