Rabu, Desember 01, 2021

Novel Bamukmin Tuding yang Tolak Reuni 212 Adalah Penista Agama

$rows[judul]

Garutpos.com– Pentolan PA 212 Novel Bamukmin menuding pihak yang menolak Reuni 212 yang rencananya akan digelar pada pada 2 Desember 2021 mendatang adalah penista agama. 

Dikurip dari Terikini.id, Novel Bamukmin yang sekaligus menjabat sebagai panitia acara dengan tegas membantah reuni akbar 212 adalah kegiatan yang diikuti Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Selanjutnya Novel Bamukmi menuding pihak yang menyebutkan Reuni 212 diikuti oleh FPI dan HTIl sengaja dilontarkan pihak-pihak yang tidak suka dengan reuni akbar 212. Oleh sebab itu, ia lantas menyebut kelompok yang menentang reuni adalah komunis gaya baru yang hadir di Indonesia.

“Kelompok yang anti terhadap reuni 212 itu jelas kelompok pendukung atau memang penista agama yang dibungkus agama, padahal aslinya hanya komunisme,” ujar Novel, Senin 22 November 2021.

Novel juga menyatakan bahwa para penolak reuni 212 itu memiliki sejumlah agenda tersembunyi. Diantaranya adalah mengganti Pancasila dengan trisila dan ekasila.

“Mereka ingin mengganti dengan trisila dan ekasila melalu RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila) dan BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila),” tegas Novel.

Sebelumnya diberitakan bahwa Direktur Eksekutif Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH) Muannas Alaidid menilai reuni akbar 212 sudah tidak perlu digelar.

Terlebih, saat ini masih dalam pandemi Covid-19 yang tentu saja berisiko melambungkan angka kasus Covid-19 di Indonesia. Tidak hanya itu, tuntutan Basuki Tjahaja Purnama dipenjara juga sudah dipenuhi oleh hukum yang berlaku di Indonesia.

“Untuk apa acara yang mereka namakan reuni itu digelar. Ahok sudah diadili dan diputus bersalah bahkan yang bersangkutan juga sudah bebas,” kata Muannas, Selasa 16 November 2021.

Selanjutnya, Politisi PSI ini menilai saat ini tujuan Reuni 212 itu sudah berubah haluan, yakni agenda politik yang dibungkus dengan agama.

“(Reuni 212) Sudah sarat kepentingan politik, ada agenda lain, tujuan politik dibungkus agama,” ucapnya, yang dilansir dari JPNN.

Lebih lanjut Muannas mengatakan bahwa masyarakat juga sudah mengetahui siapa saja yang ada di balik reuni itu.

“Publik tahu, penyelenggara acara itu didominasi dua ormas terlarang yaitu FPI dan HTI,” ujar Muannas.

Oleh karena itu, Muannas yakin reuni akbar 212 akan bernasib sama dengan dua ormas terlarang tersebut. Sehingga Muannas mengajak umat Islam agar tidak menghadiri acara reuni akbar 212. Sebab, acara tersebut tak mendatangkan faedah sedikitpun kepada umat Islam.

“Saya berharap semua pihak tidak hadir di acara itu, karena tidak ada faedah dan maslahatnya,” ungkap Muannas. (*)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)