Minggu, Januari 23, 2022

Komisi Pemantau Legislatif Sebut Fraksi Demokrat DPR Paling Banyak Bolos Rapat

$rows[judul]

Garutpos.com- Jakarta- Direktur Komisi Pemantau Legislatif (Kopel) , Anwar Razak, menyebut, perilaku malas anggota DPR RI saat ikut rapat tidak pernah berubah. Meskipun dalam situasi pandemi Covid-19.

Padahal, menurut Kopel, anggota DPR lebih mudah mengikuti rapat karena bisa ikut secara virtual. Berdasar penelusuran Kopel Indonesia terhadap absensi rapat paripurna, tercatat, tingkat ketidakhadiran rata-rata anggota DPR dalam rapat paripurna sepanjang Tahun sidang 2020-2021 mencapai rata-rata 22% atau 109 anggota DPR yang absen mengikuti sidang paripurna.

Angka rata-rata ini di luar dari anggota DPR yang pada saat yang bersamaan mengalami sakit atau izin. "Entah apa kegiatan anggota DPR tersebut yang jauh lebih penting dari sidang paripurna. Kalau alasan sedang sedang sibuk dengan konstituen, maka ini tidak beralasan karna kegiatan untuk konstituen sudah terlalu banyak," kata Direktur Direktur Kopel Anwar Razak dalam keterangannya, Minggu (15/8).

Selain kehadiran anggota DPR, Kopel juga mencatat persentase kehadiran rata-rata berdasarkan fraksi. Tingkat ketidakhadiran tertinggi dalam rapat paripurna selama tahun sidang 2020-2021 adalah Fraksi Partai Demokrat dengan jumlah rata-rata hingga 34,5%.

Disusul dengan Fraksi PPP sebesar 28,7%, Fraksi PAN dan Fraksi PKB masing-masing 27,8% dan 23,2%. Selanjutnya Fraksi Nasdem 21,6%, Fraksi PKS 18,8%, Fraksi Gerindra 17,6%, Fraksi Golkar 16,4% dan terakhir fraksi PDIP tingkat ketidakhadiran 8.1%.

Rata-rata fraksi memiliki masalah dengan anggotanya yang malas ikut rapat. Padahal, rapat paripurna itu pengambilan keputusan tertinggi di DPR dan tata tertib (tatib) DPR mengharuskan setiap anggota hadir.

"Saya kira ini adalah perilaku buruk yang harus dicatat oleh publik. Partai yang punya komitmen untuk rakyat tentu mereka yang tidak bermasalah dengan kehadiran. Meskipun menganggap dirinya sebagai partai oposan belum tentu mereka berjuang untuk rakyat," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani menyatakan pelaksanaan sidang tahunan MPR, sidang bersama DPR-DPD, dan pidato kenegaraan presiden pada Senin (16/8) besok akan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Menurut dia, acara tahunan tersebut akan dihadiri secara fisik hanya 60 orang dan undangan lainnya hadir secara virtual.

"Ini tahun kedua kita melaksanakan sidang tahunan ini dengan prokes yang ketat. Tentu diharapkan segala sesuatunya akan berjalan lebih baik," kata Puan usai mengikuti gladi resik persiapan pelaksanaan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (15/8). (*)

Sumber:  Alinea

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)