Minggu, Januari 23, 2022

Kadis LHKP Minta Warga jangan Layani Pemungut Sampah yang Minta Bantuan Dana ke Rumah-rumah

$rows[judul] Keterangan Gambar : Kadis LHKP Uu Saepudin

Garutpos.com- Warga di beberapa Kelurahan di wilayah Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut merasa terganggu dengan seringnya didatangi petugas pemungut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) dengan dalih minta sumbangan dana.

Petugas tersebut datang secara rombongan 3-5 orang,mereka meminta bantuan untuk keperluan pengangkutan sampah dari TPS ke TPA. Hal itu diakui sejumlah warga di Kelurahan Regol di RW 12-15.

Menurut warga untuk mengangkut sampah dari rumah ke TPS yang ada di depan Asrama Polisi Jalan Bratayuda sudah ada petugas di RW atau bahkan warga sendiri yang membuangnya ke TPS karena lokasinya cukup dekat. 

Dikstakan warga mau tidak mau harus memberikan uang yang diminta oleh para petugas tersebut, minimal 2000 s/d 10.000 pasti setiap warga memberikannya.

Hal serupa juga dialami oleh warga kp. Kaum Lebak Kelurahan Paminggir. Menurut Rani, warga stempat para petugas itu datang biasa menjelang lebaran.

"Pungutan di lingkungan saya hanya terjadi pada saat bulan puasa atau menjelang lebaran, para petugas sampah ini kadang ada beberapa yang bau alkohol meminta sejumlah uang kepada warga dengan alasan untuk THR," ujar Rani. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Uu Saepudin mengatakan bahwa mereka adalah oknum yang menempel pada petugas-petugas sampah yang resmi

"Petugas sampah yang resmi ini merasa terbantu, karena ada beberapa orang yang membantu tugasnya mengangkut sampah. Namun dibalik ini ada hal-hal nakal yang dilakukan oleh para pembantu pemungut ini dengan meminta uang kepada warga," ujar Uu saat ditemui wartawan.

Dirinya sudah mengingatkan beberapa kali kepada petugas terkait hal ini, agar mereka yang membantu pungutan sampah ini agar tertib dalam menjalankan pekerjaannya dan tidak boleh ada pungutan.

"Maka dari itu saya katakan, bahwa mereka yang memungut uang sampah kepada warga secara langsung door to door itu adalah oknum, dan saya tegaskan agar warga jangan memberikan uang sepeserpun kepada mereka," tandas Uu. (Yus) 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)